This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 15 Agustus 2012

Hidup ini terurai

"Kebahagiaan adalah penderitaan   yang tak bertopeng,
atau sumur di mana tawa   seringkali bercampur dengan airmata.
Semakin dalam penderitaan terukir,
semakin banyak pula kebahagiaan tertuai.
Bukankah piring yang terisi makanan lezat adalah logam yang dibakar?
Bukankah mutiara yang  kita kenakan adalah derita bagi sang kerang?
Dan bukankah gitar yang petik/mainkan  adalah kayu yang dilubangi oleh pisau?Ketika kau bahagia, lihatlah dalam-dalam hatimu,
dan kau akan menemukan bahwa yang telah memberimu penderitaanlah yang dapat memberimu kebahagiaan.Saat kau menderita, lihat lagi ke dalam hatimu,
dan kau dapat menyaksikan dengan kebenaran,
bahwa kau menangisi apa yang telah menjadi kegembiraanmu.Bahagia dan derita, keduanya tak dapat dipisah kan!.dan ketika ke bahagian bersamamu,
ingatlah bahwa penderitaan sedeng menanti mu...ini lah..hidup..walau terkadang kita cuma hanya pasrah dengan ke,ada,an...hidup ini ibarat detik-detik jam yang ada di lengan kita...dan di setiap detik nya manusia di hadapkan dengan beragam pilihan Ada orang yang memutuskan apa yang terbaik buat dirinya di suatu detik, namun ia menyesal setelah di detik berikutnya ternyata ia temukan apa yang menjadi impiannya.Ada pula orang yang cukup bersabar menunda kebahagiaan di suatu detik, karena ia merasa yakin bahwa penderitaan di detik itu akan terlunasi dengan perwujudan impiannya di detik berikutnya.Di detik sebelah manakah kita kini?Dan termasuk manusia manakah kita dalam menghirup setiap detik yang ada? Dalam setiap keberanian membuat pilihan? Hingga kelak tak ada lagi detik yang tersisa di ujung perjalanan kehidupan?

Jumat, 27 Juli 2012

bulan berkah tanpa keluarga

Ini bukan kali pertama aku menjalan kan ibadah puasa jauh dari kampung halaman. Kalo mau diitung-itung,, sudah 8 tahun aku merantau di tanah jawa ini. Dan sudah 9 x id.  ftri aku lalui tanpa berkumpul bersama keluarga tercinta.. Hiks ... Sedih.. Kata yang terucap dalam hati dan bibir ini ketika mendengar kumandang takbir hari raya yang menggema di seantero tempat tinggalku saat ini. Terbayang kampung halaman nan jauh di mata..sungkem ria dengan kedua orang tua, bermaaf-maafan dengan saudara, tetangga, dan keluarga besar, makan ketupat lebaran, makan hidangan lebaran, bersilaturahim ke rumah kerabat dan tetangga  ih.. Suasana seperti di rumah lah yang sangat kurindukan.. Kini berbeda.. menjalani idul fitri sendiri tanpa keluarga, tanpa ketupat lebaran, tanpa sungkeman.. (halaaahh lebay dehh ) Ya,memang seperti itu adanya.. salah satu episode perjalanan hidupku..
Merantau bagian dari pilihan hidupku. Pilihan yang menentukan masa depan untuk sebuah perubahan.. perubahan sikap, cara pandang, berfikir dan wawasan.. Inilah yang ingin aku dapatkan.. Perubahan yang menuju pada kebaikan dan kemanfaatan.. Dan pada setiap pilihan ada resikonya. Jauh dari orang tua, merindukan kebersamaan saat hari raya dan lain sebagainya merupakan resiko yang aku ambil atas pilihan ini..
Hmm.. semoga ini menjadi pembelajaran hidupku.. Selalu mencoba belajar berhari raya tanpa keluarga.. Mungkin suatu hari ada saat yang lebih berbeda lagi dari saat yang sekarang aku jalani. Dimana masa yang membuatku akan lebih jarang lagi bertemu dan bersama mereka. Namun, Satu hal yang pasti, jangan pernah menyiakan saat-saat bersama mereka dan terus mendoakan mereka yang aku cintai agar selalu diberi kesehatan dan keberkahan usia..
walau di rantau aku sangatz menderita..pii,aku yakin..
keluarga ku yang di sana hidup dengan kebahagian..
ehc...sob sebenr nya aku kangen bangetz ma kampung halaman pii,ke adaan yg bikin aku tetep bertahan
sampai sekarang ini....